Hari ini adalah hari
pertama Pak Gundul bekerja sebagai supir taksi. Perasaannya masih gugup dan
deg-degan setengah mati. Pak Gundul yang bekerja di Bali terpaksa harus bisa
menguasai bahasa inggris yang biasa digunakan oleh para turis asing. Namun karena
terpaksa Pak Gundul tetap bersikeras untuk mencoba menjalani profesinya itu
walaupun penguasaan bahasa inggrisnya masih terbatas.
Hari pertama bekerja, Pak
Gundul mendapatkan penumpang. Seorang turis wanita cantik dengan ciri khas
perawakan tinggi, kulit putih mulus, mata agak hijau, rambut pirang, dengan kaos hijau, celana jeans
pendek diatas lutut, berkacamata, dan memakai sandal jepit. Dengan senyum yang
merekah Pak Gundul membukakan pintu mobilnya. Wanita bule itu penumpang pertama
dihari pertama Pak Gundul bekerja sehingga Pak Gundul menyebutnya penumpang
spesial tapi gak pake telor. Setelah Bule itu masuk mobil, Pak Gundul
menanyakan kepada Si Bule.
“Excuse me,
Miss. Where are you going?” Tanya Pak
Gundul dengan bahasa inggris yang bulepotan bercampur logat daerah yang
sebelumnya pertanyaan itu sudah Pak Gundul Pelajari.
“I
want to Kuta Bali beach”
Jawab
Si Bule dengan singkat
Setelah mendengar
jawaban Si Bule, Pak Gundul hanya manggut-manggut.
Ditengah perjalanan Pak
Gundul hanya diam dan berkeringat. Pak Gundul takut kalau Si Bule itu
mengajaknya bicara dan Pak Gundul tidak bisa menjawabnya. Kalaupun nanti pak
Gundul ditanya dan agak mengerti pertanyaannya maka Pak Gundul berencana untuk
menjawabnya dengan bahasa isyarat yang merupakan senjata terakhirnya.
Ternyata
selama perjalanan Si Bule tidak menyakan apapun. Akhirnya pak Gundul membawa
taksinya dengan tenang. Namun saking tenangnya Pak Gundul lupa kalau sedang
membawa penumpang. Tiba-tiba didepan belokan, taksi Pak Gundul oleng dan Si
Bule itu memperingatkan Pak Gundul dengan menepuk punggungnya.
“Be
careful!!” Teriak Si Bule.
Tepukan Si bule di punggung
Pak Gundul membuat pak Gundul kaget setengah mati dan membuat mobilnya menabrak
pohon karena Pak Gundul banting setir. Untungnya Pak Gundul dan Si Bule
baik-baik saja.
Suasana
masih dalam keadaan ramai dalam kerumunan. Setelah sedikit tenang akhirnya Pak
Gundul diwawancarai oleh orang yang menolongnya. Sebut saja Pak Gondrong
namanya.
“Sudah
tenang, Pak?” Tanya Pak Gondrong.
“Iya
lumayan” jawab pak Gundul sambil menghembuskan nafas.
Si Bule pun ikut bertanya.
Dalam bahasa Indonesianya seperti ini.
“Kenapa
Bapak sangat kaget setengah mati padahal saya hanya menepuk punggung bapak?” Tanya
Si Bule dengan wajah penasaran.
“Maaf
bu.. Hari ini adalah hari pertama Saya bekerja sebagai supir taksi jadi Saya
sangat kaget.” Jawab pak Gundul dengan tenang sambil
memegang kepalanya yang terbentur setir.
“Memang
sebelumnya Bapak kerja apa?”
“Sebelumnya Saya juga sebagai supir, Bu.”
Lalu pak Gondrong langsung nyambar karena penasaran.
“Kalau
sebelumnya bapak sebagai supir kenapa begitu kaget, Pak? Bukannya sudah biasa?”
“Kali
ini Saya kaget luar biasa, Pak. Walaupun sebelumnya Saya sebagai supir tapi
kali ini berbeda. Mobil yang biasa Saya bawa adalah mobil jenazah. Dalam pikiran
Saya masih bekerja sebagai pembawa mobil jenazah. Maklum pak sudah puluhan
tahun. Selama puluhan tahun tidak ada yang menepuk punggung Saya tetapi kali
ini ada yang menepuk punggung Saya. Saya kira penumpang saya ini jenazah yang
bangun lagi. Makanya dia minta tolong kepada Saya dengan menepuk punggung Saya.
“Hahahahahahahahahhahahahaha”
Jawaban pak Gundul menciptakan tawa ditengan kerumunan...