Kau
datang mengetuk pintu membawa sekoper perhatian
Kau letakkan dengan rapih didepanku tanpa aku tahu apa tujuanmu..
Kau letakkan dengan rapih didepanku tanpa aku tahu apa tujuanmu..
Setelah
pintu terbuka, kau duduk manis di kursi menceritakan yang kau alami diluar sana
Hujan, panas, badai semuanya..
Hujan, panas, badai semuanya..
Aku
hanya menjadi pendengarmu dan aku pun tak tahu apa maksud kau menceritakan
semuanya padaku
Raut
wajahmu menggambarkan tutur katamu
Betapa hati tak iba dan haru mendengarnya
Betapa hati tak iba dan haru mendengarnya
Aku
beri tempat untukmu berteduh
Ku suguhkan makanan dan minuman yang tak pernah kau nikmati sebelumnya
Kau hidup layaknya tuan rumah
Ku suguhkan makanan dan minuman yang tak pernah kau nikmati sebelumnya
Kau hidup layaknya tuan rumah
Sampai
saat itu, saat kau pergi dari rumahku, aku masih tak tahu dan tak mengerti apa
tujuanmu
Bodohnya
aku yang tak menanyakan itu..
Setelah
lama hilang, kau pun datang
Maaf dan terimakasih..
Andai kata itu bisa mengembalikan keadaan
Andai kata itu bisa menghapus apa yang telah terjadi
Andai kata itu bisa memperbaiki suasana hati
Andai kata itu membuatku mampu melupakanmu
Andai...
Maaf dan terimakasih..
Andai kata itu bisa mengembalikan keadaan
Andai kata itu bisa menghapus apa yang telah terjadi
Andai kata itu bisa memperbaiki suasana hati
Andai kata itu membuatku mampu melupakanmu
Andai...
Kini
pintu itu telah tertutup
Tak ada yang ku izinkan masuk dan berteduh
Aku anggap mereka yang datang akan sama sepertimu
Kecuali yang mampu tinggal bersamaku selamanya
Tak ada yang ku izinkan masuk dan berteduh
Aku anggap mereka yang datang akan sama sepertimu
Kecuali yang mampu tinggal bersamaku selamanya
Tidak ada komentar:
Posting Komentar