Selasa, 13 Desember 2016

Tamu



Kau datang mengetuk pintu membawa sekoper perhatian
Kau letakkan dengan rapih didepanku tanpa aku tahu apa tujuanmu..
Setelah pintu terbuka, kau duduk manis di kursi menceritakan yang kau alami diluar sana
Hujan, panas, badai semuanya..
Aku hanya menjadi pendengarmu dan aku pun tak tahu apa maksud kau menceritakan semuanya padaku
Raut wajahmu menggambarkan tutur katamu
Betapa hati tak iba dan haru mendengarnya
Aku beri tempat untukmu berteduh
Ku suguhkan makanan dan minuman yang tak pernah kau nikmati sebelumnya
Kau hidup layaknya tuan rumah
Sampai saat itu, saat kau pergi dari rumahku, aku masih tak tahu dan tak mengerti apa tujuanmu
Bodohnya aku yang tak menanyakan itu..
Setelah lama hilang, kau pun datang
Maaf dan terimakasih..
Andai kata itu bisa mengembalikan keadaan
Andai kata itu bisa menghapus apa yang telah terjadi
Andai kata itu bisa memperbaiki suasana hati
Andai kata itu membuatku mampu melupakanmu
Andai...
Kini pintu itu telah tertutup
Tak ada yang ku izinkan masuk dan berteduh
Aku anggap mereka yang datang akan sama sepertimu
Kecuali yang mampu tinggal bersamaku selamanya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments System

disqus

Disqus Shortname

msora