Selasa, 13 Desember 2016

Pak Gundul Supir Taksi



Hari ini adalah hari pertama Pak Gundul bekerja sebagai supir taksi. Perasaannya masih gugup dan deg-degan setengah mati. Pak Gundul yang bekerja di Bali terpaksa harus bisa menguasai bahasa inggris yang biasa digunakan oleh para turis asing. Namun karena terpaksa Pak Gundul tetap bersikeras untuk mencoba menjalani profesinya itu walaupun penguasaan bahasa inggrisnya masih terbatas.
Hari pertama bekerja, Pak Gundul mendapatkan penumpang. Seorang turis wanita cantik dengan ciri khas perawakan tinggi, kulit putih mulus, mata agak hijau,  rambut pirang, dengan kaos hijau, celana jeans pendek diatas lutut, berkacamata, dan memakai sandal jepit. Dengan senyum yang merekah Pak Gundul membukakan pintu mobilnya. Wanita bule itu penumpang pertama dihari pertama Pak Gundul bekerja sehingga Pak Gundul menyebutnya penumpang spesial tapi gak pake telor. Setelah Bule itu masuk mobil, Pak Gundul menanyakan kepada Si Bule.
Excuse me, Miss. Where are you going?” Tanya Pak Gundul dengan bahasa inggris yang bulepotan bercampur logat daerah yang sebelumnya pertanyaan itu sudah Pak Gundul Pelajari.
I want to Kuta Bali beach” Jawab Si Bule dengan singkat
Setelah mendengar jawaban Si Bule, Pak Gundul hanya manggut-manggut.
Ditengah perjalanan Pak Gundul hanya diam dan berkeringat. Pak Gundul takut kalau Si Bule itu mengajaknya bicara dan Pak Gundul tidak bisa menjawabnya. Kalaupun nanti pak Gundul ditanya dan agak mengerti pertanyaannya maka Pak Gundul berencana untuk menjawabnya dengan bahasa isyarat yang merupakan senjata terakhirnya.
Ternyata selama perjalanan Si Bule tidak menyakan apapun. Akhirnya pak Gundul membawa taksinya dengan tenang. Namun saking tenangnya Pak Gundul lupa kalau sedang membawa penumpang. Tiba-tiba didepan belokan, taksi Pak Gundul oleng dan Si Bule itu memperingatkan Pak Gundul dengan menepuk punggungnya.
“Be careful!!” Teriak Si Bule.
Tepukan Si bule di punggung Pak Gundul membuat pak Gundul kaget setengah mati dan membuat mobilnya menabrak pohon karena Pak Gundul banting setir. Untungnya Pak Gundul dan Si Bule baik-baik saja.
Suasana masih dalam keadaan ramai dalam kerumunan. Setelah sedikit tenang akhirnya Pak Gundul diwawancarai oleh orang yang menolongnya. Sebut saja Pak Gondrong namanya.
“Sudah tenang, Pak?” Tanya Pak Gondrong.
“Iya lumayan” jawab pak Gundul sambil menghembuskan nafas.
Si Bule pun ikut bertanya.
Dalam bahasa Indonesianya seperti ini.
“Kenapa Bapak sangat kaget setengah mati padahal saya hanya menepuk punggung bapak?” Tanya Si Bule dengan wajah penasaran.
“Maaf bu.. Hari ini adalah hari pertama Saya bekerja sebagai supir taksi jadi Saya sangat kaget.” Jawab pak Gundul dengan tenang sambil memegang kepalanya yang terbentur setir.
“Memang sebelumnya Bapak kerja apa?”
“Sebelumnya Saya juga sebagai supir, Bu.”
Lalu pak Gondrong langsung nyambar karena penasaran.
“Kalau sebelumnya bapak sebagai supir kenapa begitu kaget, Pak? Bukannya sudah biasa?”
“Kali ini Saya kaget luar biasa, Pak. Walaupun sebelumnya Saya sebagai supir tapi kali ini berbeda. Mobil yang biasa Saya bawa adalah mobil jenazah. Dalam pikiran Saya masih bekerja sebagai pembawa mobil jenazah. Maklum pak sudah puluhan tahun. Selama puluhan tahun tidak ada yang menepuk punggung Saya tetapi kali ini ada yang menepuk punggung Saya. Saya kira penumpang saya ini jenazah yang bangun lagi. Makanya dia minta tolong kepada Saya dengan menepuk punggung Saya.
“Hahahahahahahahahhahahahaha”
Jawaban pak Gundul menciptakan tawa ditengan kerumunan...
 
 



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Comments System

disqus

Disqus Shortname

msora