Bagai tubuh rapuh tak
bertulang
Lisan membungkam
Telinga hampa riuhnya dunia
Hanya mata yang berbicara.
Rindu berselimut haru
Tak kunjung terbalas jua
Duduk bersama waktu yang tak
berdamai.
Seruan itu
Sayang...
Mengalun indah terdengar
Terlampau jauh dibelakang
waktu
Ingin rasanya berbalik arah
Menelusuri baris-baris jalan
yang basah
Tak mungkin oh tak mungkin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar