Mellow sekali hari ini. Mungkin bawaan dari rumah. Entah aku sebut sebagai
beban atau makanan yang siap santap. Masalah satu persatu datang dalam hidup
seperti makanan sehari-hari yang harus aku lahap habis. Aku menulis bukan untuk
mengeluh, aku menulis bukan untuk menyerah, aku hanya ingin menumpahkann
perasaanku saja menjadi tulisan yang mungkin suatu saat akan menjadi karya,
karya yang bermanfaat, atau mungkin karya yang bisa dibaca oleh banyak orang.
Aku bingung harus mulai darimana. Dan akupun tidak tahu apa yang akan aku
tulis. Aku hanya mengikuti jari-jari yang digerakkan oleh otakku saja.
Ingin rasanya
teriak. Aaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…!!!!!!!!
Teriakan yang benar-benar terikan bukan teriakan yang ada dihati. Entah
teriakan itu akan membuat lega atau hanya sekedar menyakiti tenggorokanku saja.
Banyak orang yang berteriak sekuat-kuatnya agar semua masalah yang dihadapi
hilang. Apakah benar? Ah itu bohong, itu hanya sementara. Kalau sudah
beraktifitas masalah datang lagi. Bukan hilang tapi bertambah.
Pada siapa aku harus berbagi? Bukan hanya berbagi kebahagiaan tetapi berbagi
keluh kesah ku. Berat sekali rasanya kalau aku pikul sendiri. Tetesan air mata
setia menemani saat hati merasa sakit, saat tubuh mulai lelah, dan saat fikiran
penuh beban. Perasaan macam apa ini? Campur aduk tidak jelas. Apa mungkin karena masalah yang aku hadapi saat ini? Merasa sepi? Merasa sedih? Entahlah. Yang jelas aku ingin mengadu, bukan kepada siapa-siapa, hanya kepada-Mu ya Allah. Tak ada oran yang bisa ku percaya saat ini.
Ya Allah, aku tahu Laa yukallifullaha nafsan illaa wus’aha. Engkau tidak akan memberikan cobaan kepada hamba-Mu melebihi batas kemampuannya. Aku yakin aku kuat aku bisa. Hanya saja saat ini aku ingin mengeluh pada-Mu tentang rasa yang sedang berkecamuk dihatiku. Engkau maha Tahu akan keadaanku saat ini dan Engkau lebih tahu penawar dari rasa ini.
“Lemah
sekali aku ini”
“Cengeng
sekali tubuh ini”
Kata-kata itu terulang dibenakku. Aku seperti merasa
kalah. Kalah karena keadaan, kalah karena masalah, kalah karena perasaan. Hidup
sering mengeluh padahal hidupku lebih beruntung daripada orang lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar